Dawkins memandang klaim keberadaan Tuhan sebagai sebuah hipotesis ilmiah yang dapat diuji. Menurutnya, probabilitas keberadaan pencipta yang maha tahu dan maha kuasa sangatlah kecil. Ia berargumen bahwa alam semesta yang kompleks tidak membutuhkan pencipta yang lebih kompleks lagi untuk memulainya, karena hal tersebut hanya memindahkan pertanyaan tanpa menyelesaikannya (Siapa yang menciptakan Pencipta?). 2. Seleksi Alam sebagai Penjelas Kompleksitas